Transistor NPN

Transistor NPN, Fungsi dan Karakteristik

Diposting pada

Rekomend.id – Transistor NPN, Fungsi dan Karakteristik. Transistor NPN adalah salah satu jenis transistor yang sering digunakan dalam aplikasi elektronik. Transistor ini memiliki tiga lapisan semikonduktor yang terdiri dari basis, kolektor, dan emitor.

Fungsi utama dari transistor ini adalah sebagai saklar atau penguat sinyal. Saat basis transistor terhubung dengan sumber tegangan positif, arus akan mengalir dari emitor ke kolektor.

Beberapa karakteristik penting dari transistor ini antara lain hambatan basis-emitor yang rendah, hambatan kolektor-emitor yang tinggi, rentang frekuensi kerja yang luas, serta daya tahan dan keandalan yang baik. Transistor ini  dapat digunakan pada berbagai aplikasi elektronik dan dapat bekerja dalam jangka waktu yang lama.

Karakteristik Transistor NPN

Transistor adalah jenis komponen elektronika aktif yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda antara satu jenis dengan jenis lainnya. Sebagai contoh, transistor jenis NPN memiliki perbedaan dengan transistor jenis PNP. Bahkan antara sesama transistor yang satu jenis, dapat memiliki karakteristik dan fitur yang berbeda.

Sebagai contoh, transistor BD139 dan C945, meskipun keduanya termasuk jenis NPN, namun keduanya memiliki kemampuan dan sifat yang berbeda. Sehingga kedua transistor tersebut tidak dapat saling menggantikan di dalam suatu rangkaian elektronika.

NPN adalah jenis transistor yang paling banyak digunakan pada berbagai rangkaian elektronika. Hal ini disebabkan karena polaritasnya sesuai dengan desain sirkuit elektronika secara umum.

Fungsi dan Penggunaan

Transistor NPN adalah jenis transistor yang terdiri dari tiga lapisan semikonduktor, yaitu basis, kolektor, dan emitor. Fungsi utama dari transistor ini adalah sebagai saklar dan penguat sinyal.

1. Sebagai Saklar

Transistor NPN dapat mengatur aliran arus listrik dengan cara mengatur arus basisnya. Saat basis transistor ini  terhubung dengan sumber tegangan positif, arus akan mengalir dari emitor ke kolektor dan rangkaian yang terhubung akan aktif. Namun, jika basis transistor ini  tidak terhubung dengan sumber tegangan, arus tidak akan mengalir dan rangkaian tidak aktif.

2. Sebagai Penguat Sinyal

NPN dapat digunakan untuk memperkuat sinyal-sinyal kecil menjadi lebih besar. Pada aplikasi ini, sinyal yang lemah masuk melalui basis transistor ini dan diperkuat oleh arus yang mengalir dari emitor ke kolektor.

Transistor ini banyak digunakan pada rangkaian-rangkaian elektronik, seperti amplifier, regulator, oscillator, dan switch. Transistor ini juga sering digunakan pada rangkaian-rangkaian digital sebagai switch. Selain itu, transistor ini juga digunakan pada rangkaian-rangkaian catu daya sebagai pengatur tegangan.

Ciri Transistor Jenis NPN

Berikut adalah karakteristik transistor tipe NPN:

  • Memiliki susunan semikonduktor N-P-N
  • Kaki kolektor terhubung ke kutub positif tegangan.
  • Kaki emitor terhubung ke negatif.
  • Polaritas tegangan biasa basis adalah positif.
  • Aliran arus listrik mengalir dari kolektor menuju emitor.

Fungsi dan Penggunaan

Berikut adalah beberapa contoh fungsi dan penggunaan transistor:

  1. Sebagai penguat sinyal.
  2. Sebagai penguat arus dan tegangan listrik.
  3. Digunakan pada rangkaian driver power amplifier.
  4. Sebagai pencampur sinyal pada sirkuit mixer oscilator.
  5. Digunakan pada sirkuit driver relay.
  6. Sebagai komponen utama pada sirkuit switching.
  7. Digunakan sebagai dimmer lampu LED.
  8. Untuk mengatur kecepatan motor DC.
  9. Sebagai penguat RF.

Cara kerja 

Untuk memahami cara kerja transistor, kita perlu memahami 3 mode atau kondisi operasional yang dapat terjadi pada transistor, yaitu:

  • Kondisi Mati
  • Kondisi Aktif
  • Kondisi Jenuh
  • Dengan mengatur kinerja transistor pada kondisi tertentu, kita dapat menggunakan transistor sesuai dengan kebutuhan, baik sebagai saklar maupun sebagai penguat sinyal.

Perbedaan Transistor PNP dan NPN

Berikut adalah tabel yang menjelaskan perbedaan antara transistor PNP dan NPN:

KarakteristikTransistor NPNTransistor PNP
Tegangan kolektorPositifNegatif
Tegangan emitorNegatifpositif
tegangan bias basisPositifNegatif
Tegangan output kolektorNegatifPositif
SimbolArah panah emitor keluarArah panah emitor masuk
Susunan material semikonduktorN – P – NP – N – P

Penutup

Dari uraian di atas, rekomend.id menyimpulkan bahwa NPN memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda dengan jenis transistor lainnya. Sebagai komponen elektronika aktif, transistor ini dapat digunakan sebagai penguat sinyal, penguat arus dan tegangan, rangkaian driver power amplifier, pencampur sinyal pada sirkuit mixer oscillator, sirkuit driver relay, komponen utama pada sirkuit switching, dimmer lampu LED, mengatur kecepatan motor DC, dan sebagai penguat RF.

Pemahaman tentang karakteristik dan fungsi NPN sangat penting dalam merancang dan memahami berbagai rangkaian elektronika. Dengan memahami prinsip kerja dan aplikasi dari transistor ini, kita dapat memilih dan menggunakan transistor yang sesuai dengan kebutuhan dan memaksimalkan kinerjanya di dalam rangkaian elektronika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *